Kamis, 29 November 2012

Perjalanan Cerpen di Indonesia





Cerpen di Indonesia kerap meriah menghiasi media massa berupa Koran, tabloid, dan juga majalah. Khusus harian, cerpen akan sangat mudah ditemukan pada hari minggu.  Cerpen semacam bacaan yang ditunggu-tunggu untuk menghibur atau menambah kedalaman rasa lewat paparan si cerpenis. Namun di balik semua itu, ternyata perjalanan cerpen Indonesia cukuplah panjang dan dan tak jarang dipenuhi dengan kontroversi.

Hakikat Cerpen

Seperti kita ketahui, selain puisi, novel, dan juga kisah drama, cerpen pun termasuk salah satu karya yang lahir dari ibu bernama sastra. Maka disebutlah cerpen sebagai karya sastra. Mengingat bahwa objek kajian sastra adalah manusia, maka cerpen pun tumbuh dan berkembang siring sejalan dengan perkembangan budaya masyarakat itu sendiri.  Maka tidak haran jika problematika kondisi sosial, budaya, politik, keamanan, dan ekonomi masyarakat sekitar yang terjadi saat itu, akan mempengaruhi sebuah karya sastra berupa cerpen, yang kemudian disebut dengan unsur ekstrinsik sastra.  Sementara soal isi cerpen baik gagasan dan gaya menulis itu adalah wilayah unsur intrinsik.





Sejak Sumpah Pemuda

Sejatinya, dahulu hanya dikenal sastra nusantara atau sastra kedaerahan. Hal ini ditandai dengan banyak bermunculannya tradisi sastra lisan berupa mantera-mantera, ragam pantun, dongeng, dan sejenisnya, yang sejatinya adalah cikal bakal sebuah cerpen terlahir.

Namun setelah dideklrasikannya gerakan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang menjadi pijakan diresmikannya bahasa Indonesia, sastra Indonesia pun ikut lahir. Namun hanya sebatas roman atau novel-novel, sementara karya sastra berupa cerpen Indonesia pada 1930an baru bermunculan.

Kalah lama dibanding cerpen daerah, tepatnya sastra sunda, yang pada 1928 sudah melahirkan buku kumpulan carpon (cerpen) karya GS berjudul Dogdog Pangrewong

Awalnya dari Mesir

Dalam sejara sastra dunia, Mesir kuno disebut-sebut sebagai asal muasal tradisi penulisan cerpen, tepatnya pada 3200 SM. Bahkan, konon banyak karya cerpen Mesir yang kemudian disadur menjadi naskah drama, salah satunya seperti yang terjadi pada kisah Piramus dan Tisbi oleh sastrawan Shekespeare. Cerpen lalu berkembang di tanah Eropa pada 1812. Amerika baru mengenal cerpen pada 1912 hingga dikenallah kemudian nama Edgar Allan Poe disebuat sebagai bapak cerpen bersifat detektif, sementara Nathanael Hawthorne terkenal dengan sisipan falsafah dalam setiap karya cerpennya

Cerpen di Indonesia

Barulah pada 1936 karya sastra cerpen mewarnai bangsa kita, Indonesia. Ini dimotori oleh Balai Pustaka yang membukukan dan menerbitkan cerpen karya M. Kasim yang berjudul Teman Duduk, disusul dengan Suman Hs dengan cerpen Kawan Bergelut yang terbit dua tahun kemudian. Hingga hari ini cerpen di Indonesia sudahlah marak.

Pada perkembangannya, ada seorang sastrawan yang terkenal karena karya-karyanya sangat memberikan gambaran mengenai identitas budaya Indonesia, terutama kebudayaan Jawa. Berikut akan kita bahas sebuah cerpen Indonesia berjudul  Sri Sumarah karya Umar Kayam.


  Munkin sekian dulu isinya... maaf kalau kurang lengkap.Trima kasih ^.^
        
      Shevatsa Dheya D. - Budi Utama Yogyakarta



Jumat, 16 November 2012

Asyiknya membuat cerpen


"Cerpen adalah salah satu bentuk cerita fiksi. Yang diceritakan dalam cerpen tidak benar - benar terjadi, melainkan hanya rekaan pengarangnya. Begitu juga dengan tokoh dan watak tiap - tiap tokoh tersebut juga ditentukan oleh pengarang" ( Nugroho Notosusanto)

 
Pada awalnya saya sangat suka membaca cerita-cerita pendek atau cerpen yang ada di majalah anak-anak. Ceritanya sangat menarik, kadang-kadang lucu tetapi ada juga yang menyedihkan. Lama-kelamaan saya juga kepingin bisa megarang sebuah cerita pendek. Oleh karena itu saya berusaha dan berlatih membuat cerpen.


Berikut ini ada beberapa tips yang pernah saya baca dari orang-orang yang sudah berpengalaman membuat cerpen untuk membuat cerpen yang baik.

 
Tema
Tema cerita sebaiknya di tentukan dari awal dengan jelas. Dengan adanya tema, yang menjadi tulang punggung cerita, maka akan mempermudah kita untuk menyampaikan pesan yang ada dalam cerpen kepada pembaca. Tema juga berguna supaya kita tidak terlalu jauh melenceng dari cerita sudah ditetapkan.

 
Alur cerita
Alur cerita harus sesuai dengan tema yang sudah ditetapkan sebelumnya. Karakter tambahan, sejarah, latar belakang, dan detail lainnya sebaiknya memperkuat alur cerita ini.

 
Karakter
Ciptakan karakter dalam cerpen secukupnya saja yang sesuai dengan alur cerita tidak perlu terlalu banyak.
 
Penggunaan kata
Penggunaan kata yang singkat tetapi jelas akan mempermudah pembaca dalam memahami isi cerita.



Setiap hari saya akan terus berlatih dan berusaha membuat cerpen yang baik.

Sabtu, 20 Oktober 2012

kesombongan dikalahkan oleh kerendah hatian

Cerpen Fabel



             Pada suatu hari , di desa pelangi hiduplah seekor kura-kura yang bernama Kuro. Kuro sangat disukai teman-temanya , kecuali Kelon si kelinci . Kelon tidak menyukai Kuro karena Kuro jalannya lambat . "Hah , dasar Kuro ! lambat sekali dia ! " kata Kelon saat melihat Kuro yang sedang berjalan menuju rumah owly temanya .
       
             Suatu ketika , desa Pelangi mengadakan berbagai macam perlombaan . Kuro , Kelon dan teman-temannya mengikuti beberapa perlombaan itu. Setelah mereka mengikuti pelombaan, ternyata Kelon mendapatkan juara 1 lomba lari, Kelon tentu didatangi temen-temannya. Kemudian Kuro datang dan meminta berfoto dengannya.

              "Hey Kuro, aku mau besok kita lomba lari !" kata Kelon. Kuro terdiam sejenak, "hmm, ok!". Astaga, masak si kura-kura lambat itu menerimanya. Hah, nggak bakalan bisa lah!". Setalah itu Kuro, Kelon dan  teman-temannya pulang ke rumah masing-masing.

              Keesokan harinya, anak-anak di desa Pelangi berkumpul di tempat yang sudah ditentukan untuk perlombaan lari antara Kuro dan Kelon. Setibanya disana Kuro sudah ditunggu oleh temen-temennya. Miuw-Miuw si kucing, Muudi si sapi, Owly si burung hantu, Bridy si burung kecil dan Bery si beruang, mereka semua adalah sahabat-sahabat Kuro. Kelon dengan sombongnya mem- banggakan kecepatannya dalam berlari. Dengan lantang dia berkata, "Aku pasti menang, tidak ada yang bisa mengalahkanku, aku pasti sang juara!".

             Tak lama kemudian lomba segera dimulai. Kuro dan Kelon sudah bersiap-siap digaris START. Muudi sudah menyiapkan bendera yang akan dipakai untuk dikibarkan sebagai tanda dimulainya perlombaan. Dengan menghitung munndur "3,2,1" ia segera mengibaskan benderanya dan "Muuuuullllaaaaaiiiii!" teriak Muudi. Dengan cepat Kelon berlari dari Kuro. Meskipun Kuro sudah berusaha berlari secepat mungkin, tetapi tetap saja Kuro tidak bisa mengejar Kelon. Sesampainya ditengah perjalanan Kelon memperlambat larinya. Disekitar itu banyak terdapat pohon yang rindang. Kemudian, Kelon duduk dibawah salah satu pohon rindang, ia berpikir " aku akan istirahat disini dahulu, aku yakin Kuro masih sangat jauh". Karena pohon yang sangat rindang dan udaranya yang sejuk dengan angin yang semilir akhirnya Kelon tertidur dengan pulas.

               Tidak lama kemudian muncullah Kuro. Kuro masih tetap bersemangat berlari, dan ternyata ia hampir mendekati garis FINISH. Tiba-tiba Kelon terbangun, Kelon sangat terkejut ternyata Kuro sudah berada jauh di depan mendekati garis finish. " Haaaaah........... gawat, Kuro sudah berada di depan sana ! Waaah..... harus segera menyusulnya !" kata Kelon. Secepat kilat Kelon berlari menyusul Kuro, tetapi tidak bisa karena jaraknya sudah terlalu jauh. Akhirnya Kuro mencapai garis finish lebih dulu da menjadi pemenangnya. Kulon kecewa dan menyesali kekalahannya, dan segera meminta maaf kepada Kuro atas kesombongannya.